Seputar Bona Pasogit Samosir

SAMOSIR - SUMUT - INDONESIA

HUKRIMSAMOSIRUMUM

Kapolres Samosir Harapkan Dukung Semua Pihak Jaga Kondusifitas Jelang May Day 2026

SEPUTAR BONA PASOGIT SAMOSIR
Kamis 30 2026, 13:52 WIB
Last Updated 2026-04-30T06:52:00Z
Pelaksanaan Sispamkota Polres Samosir jelas Hari Buruh Internasional 2026.

SAMOSIR - Kapolres Samosir, AKBP. Rina Sry Nirwana Tarigan berharap seluruh pihak ikut terlibat dalam menjaga kondusifitas jelang peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional 2026.

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat memimpi simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi unjuk rasa, Kamis (30/4/2026) di Tanah Lapang Pangururan, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan.


Kegiatan terut dihadiri unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya, di antaranya perwakilan Bupati Samosir yang diwakili Kadishub, Laspayer Sipayung, perwakilan Kejari Samosir, Frans G. Barimbing, Pabung Kodim 0210/TU, Mayor Inf T. Siringo-ringo, Ketua Bawaslu Samosir, Robinson Simarmata, serta pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan jajaran Polres Samosir.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel, dilanjutkan laporan komandan apel kepada pimpinan apel serta amanat dari Kapolres Samosir.

Pada kesempatan itu, Kapolres Samosir juga menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus menguji kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi unjuk rasa.

"Simulasi hari ini memberikan gambaran kepada seluruh pihak terkait mekanisme dan kemampuan Polres Samosir dalam menangani aksi unjuk rasa secara profesional dan sesuai prosedur," terang Rina SN Tarigan.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan setiap tahapan penanganan aksi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

Simulasi Sispamkota tersebut mengusung skenario yang dilatarbelakangi oleh penyesuaian harga BBM bersubsidi yang berdampak pada kelangkaan BBM di wilayah Kabupaten Samosir, sehingga memicu keresahan masyarakat dan potensi aksi unjuk rasa.

Pada tahap pertama, disimulasikan situasi keributan di SPBU Pangururan akibat antrean panjang dan stok BBM yang terbatas. Kondisi tersebut memicu emosi masyarakat hingga terjadi kericuhan dengan petugas SPBU, yang kemudian ditangani oleh personel Polres Samosir bersama tim negosiator.

Selanjutnya, pada tahap kedua, massa aksi bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Samosir untuk menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga BBM, pajak, serta bahan pokok penting (Bapokting).


Awalnya, aksi berlangsung tertib, namun situasi berkembang menjadi tidak kondusif akibat provokasi, hingga terjadi aksi anarkis seperti pembakaran ban, pelemparan, dan perusakan fasilitas.

Dalam simulasi tersebut, personel Dalmas melakukan tahapan pengendalian massa, mulai dari Tim Negosiasi, Dalmas awal hingga Dalmas lanjut.

Kapolres Samosir juga turun langsung memimpin pengendalian dan memberikan imbauan kepada massa. 

Ketika situasi dinyatakan tidak terkendali, dilakukan tindakan tegas dan terukur seperti penggunaan water cannon (AWC) dan gas air mata, hingga massa berhasil dibubarkan.

Tim Reskrim juga melakukan penangkapan terhadap provokator, sementara tim Raimas melakukan penyisiran lokasi.

Selain itu, tim kesehatan turut menangani korban terdampak, dilanjutkan dengan apel konsolidasi dan pembersihan lokasi hingga situasi kembali kondusif.

Simulasi berakhir dalam keadaan aman dan terkendali, ditutup dengan apel konsolidasi serta foto bersama unsur Forkopimda.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Samosir, AKP. Radiaman Simarmata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi situasi kontinjensi di wilayah hukum Polres Samosir.

"Simulasi ini sebagai upaya mempersiapkan personel dalam pengamanan aksi unjuk rasa, khususnya yang berkaitan dengan isu kenaikan harga BBM, pajak, dan bahan pokok penting," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Samosir siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan, khususnya dalam menghadapi momentum May Day 2026.

"Polres Samosir siap menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2026 dengan memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya. (HMS)

NARKOBA DAN OBAT TERLARANG ADALAH RACUN MEMATIKAN.
MARI BERSAMA KITA SELAMATKAN GENERASI BANGSA INI DARI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG LAINNYA.