SAMOSIR - Polres Samosir melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat tergeletak dipinggir Jalan Raya, di Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, yang sempat membuat heboh warga, Jumat (15/11/2024).
Lebih lanjut, RTS bersama TS korban pulang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor dari cafe Lumban Suhi-suhi dalam keadaan mabuk berat sekira pukul 02.00 WIB, pada Jumat 15 November 2024 dini hari.
"Selama di perjalanan pulang dari cafe, RTS dan TS telah terjatuh sebanyak 2 kali dan tidak sadarkan diri saat terjatuh di desa Simarmata," papar Edward Sidauruk.
Masih keterangan RTS, sebelumnya ia membawa sepeda motor kearah Situngkir. Namun diperjalanan, ia menyadari bahwa kediamannya sudah terlewat, RTS kemudian memutar sepeda motornya dan menabrak trotoar.
Namun saat itu, RTS tidak sadar bahwa TS korban meninggal dunia sudah tidak bersama dengannya. Kemudian RTS dibawa ke Polindes Sihusapi oleh salah satu masyarakat berinisial JS sekira pukul 07.00 WIB.
Dari hasil olah TKP, Polisi menemukan bahwa tubuh TS mengalami beberapa luka serius, termasuk robek di atas mata kiri, mata kiri pecah, hidung dan mulut yang terluka.
Sementara RTS menderita luka di kepala kanan, luka di dagu, dan celana koyak di lutut.
Jarak antara titik jatuh awal hingga lokasi ditemukan mayat TS, tercatat sejauh 9,6 meter, dan polisi menduga kejadian ini sebagai kecelakaan tunggal.
Informasi Lainnya :
"Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, dugaan kematian TS akibat kecelakaan tunggal. Dan kami telah berkoordinasi dengan Unit Laka Sat Lantas Polres Samosir untuk proses lebih lanjut," terang Iptu. Edward Sidauruk.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Samosir masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (H. Ari)
NARKOBA DAN OBAT TERLARANG ADALAH RACUN MEMATIKAN.
MARI BERSAMA KITA SELAMATKAN GENERASI BANGSA INI DARI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG LAINNYA.