Seputar Bona Pasogit Samosir

SAMOSIR - SUMUT - INDONESIA

DAERAHPARIWISATASAMOSIRUMUM

Samosir Terima Hibah 4 Aset Senilai Rp 37 Miliar

SEPUTAR BONA PASOGIT SAMOSIR
Kamis 16 2026, 10:25 WIB
Last Updated 2026-04-16T03:25:19Z
Pemerintah Kabupaten Samosir terima aset puluhan miliar.

SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir menerima hibah aset 4 aset barang milik negara dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan nilai sekitar Rp 37 miliar, Selasa (14/4/2026) di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Rianiate.
Penyerahan aset dilakukan langsung oleh Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Yenni Mulyadi, kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom.

Sebanyak 4 aset yang dihibahkan yakni:

1. Bangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tahun anggaran 2023–2024


2. Alat berat penataan persampahan dan air limbah tahun anggaran 2024

3. Penataan lanskap Sibea-bea Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba tahun 2023

4. Optimalisasi penataan kawasan Sibea-bea tahun anggaran 2023.

Kepala Balai, Yenni Mulyadi menyampaikan bahwa nilai total keempat aset tersebut mencapai kurang lebih Rp 37 miliar.
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Samosir dapat mengoptimalkan pemanfaatan dan melakukan perawatan aset secara berkelanjutan. Aset ini agar digunakan sebaik-baiknya dan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Samosir," kata Yenni.

Ditambahkannya, bahwa ke depan direncanakan penyerahan lanjutan aset pembangunan Water Front City serta penataan lanjutan kawasan Sibea-bea yang saat ini masih dalam proses.

"Penataan kawasan Tano Ponggol juga telah kita rencanakan, namun perlu dukungan pemerintah daerah terutama dalam aspek perizinan dan dokumen lingkungan," ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian PU.

"Kami sangat senang dan berbahagia atas hibah ini," ucap Vandiko.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Samosir yang tengah berkembang pesat. Kehadiran TPA dinilai menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan.

Bupati mengaku bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Samosir kesulitan dalam pengelolaan sampah.

"Dengan adanya TPA ini, permasalahan tersebut diharapkan dapat teratasi," tambah Vandiko.

Ia juga menilai penataan kawasan Sibea-bea telah memberikan wajah baru bagi pariwisata Samosir dan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan di Sumatera Utara.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBD, tentu Pemerintah Kabupaten akan kesulitan. Sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat membantu.


Lebih lanjut, Vandiko berharap penataan kawasan Tano Ponggol dapat segera direalisasikan, termasuk percepatan serah terima kawasan Sibea-bea dan Water Front City agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Tidak hanya itu, Bupati juga mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih, serta meminta pendampingan dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Di akhir, Vandiko pesankan kepada seluruh OPD teknis agar menjaga dan merawat aset yang telah diberikan pemerintah pusat, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal serta berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasatker PCKW Wilayah III, Masri, PPK PKS Wilayah III, Akhiatul Akbar, Sekdakab Samosir, Marudut Tua Sitinjak, Staf Ahli Bupati, Rudi SM. Siahaan, Asisten II, Hotraja Sitanggang, Asisten III, Arnod Sitorus, Kadis Lingkungan Hidup, Edison Pasaribu, Kadis Kominfo, Immanuel Sitanggang, serta pimpinan OPD lainnya. (HMS)

NARKOBA DAN OBAT TERLARANG ADALAH RACUN MEMATIKAN.
MARI BERSAMA KITA SELAMATKAN GENERASI BANGSA INI DARI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG LAINNYA.

TRENDING TOPIKMore