Seputar Bona Pasogit Samosir

SEPUTAR KAWASAN DANAU TOBA

DAERAHPENDIDIKANSAMOSIRUMUM

Kapolres Samosir dan KPKC Medan Tanam 620 Pohon di Partukko Naginjang

SEPUTAR BONA PASOGIT SAMOSIR
Sabtu 28 2026, 22:43 WIB
Last Updated 2026-03-28T15:50:12Z
Penanaman pohon di Desa Partukko Naginjang.

SAMOSIR - Sebagai bentuk komitmen untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba, Kapolres Samosir, AKBP. Rina SN. Tarigan dan Yayasan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) melakukan penanaman sebanyak 620 pohon di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Harian, Sabtu (28/3/2026).
Penanaman pohon ini diprakarsai oleh KPKC-OKPM dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.  Kegiatan dimulai pada pukul 10.30 WIB.

Kegiatan berlangsung, turut diikuti anggota Komisi XIII DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, ST, MM, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir, Joannes Krisdianto Marpaung, S.Kom.


Hadir juga sejumlah tokoh agama, aktivis lingkungan, dan masyarakat, yakni Pastor Walden Sitanggang, OFMCap selaku Ketua Satgas KPKC, Dr. Wilmar Eliezer Simanjorang dari Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPDT), Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, Pastor Guido Situmorang, serta Pastor Jupen Saragih bersama Dewan Paroki dan sekitar 70 warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sejumlah sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.
Dalam sambutannya, Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan.

"Kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga kegiatan penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan," ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI, Rapidin Simbolon juga menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis.

"Saya hadir dan terlibat dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan, bukan kepentingan politik," kata Rapidin.

Tak ketinggalan, pada kesempatan itu Dr. Wilmar Simanjorang juga mengingatkan bahwa hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, sehingga diperlukan langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang berdampak pada generasi mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, juga menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di wilayah tangkapan air seperti Partukko Naginjang. Ia mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Sementara itu, Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menyampaikan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus komitmen berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Menutup rangkaian sambutan, Kapolres Samosir, AKBP. Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.


"Polres siap mendukung serta mengawal kegiatan penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat," ujar Kapolres.

Adapun jenis 620 batang pohon yang ditanam dalam kegiatan ini, 300 pohon kemenyan, 20 pohon beringin, 100 pohon mahoni, 150 pohon jengkol, dan 50 pohon durian.

Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba. (HMS)

NARKOBA DAN OBAT TERLARANG ADALAH RACUN MEMATIKAN.
MARI BERSAMA KITA SELAMATKAN GENERASI BANGSA INI DARI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG LAINNYA.

TRENDING TOPIKMore